hai teman teman....
Elena, ya kamu dapat
memanggilku dengan nama itu.
Anak pertama dalam
keluarga dan memiliki 2 orang adik yang masing masing masih menduduki bangku
sekolah bukan perkara yang gampang guys,awalnya sempat menghalangi niatku untuk
melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi,factor utamanya adalah materi yang
menjadi problem umum di masyarakat menengah kebawah seperti halnya keluargaku.
Bagaimana tidak?
Profesi bapak saya adalah sebagai buruh petani sawit milik keluarga saya dengan
gaji berkisar antara 2.500.000an, beliau harus menafkahi kami keluarga
kecilnya, sedangkan mamak saya tidak memiliki pekerjaan tetap kadang beliau
membantu pekerjaan bapak saya seperti mengkutip berondolan, membuang pelepah
(dahan sawit),membabat (memotong rumput) dan hal lainnya yang berhubungan
dengan Sawit namun di beberapa kesempatan ia juga sempat berjualan baju tapi pada
saat itu saya dan adik saya(namanya Dian) masih bersekolah di SD negri di
sekitar rumah saya yang berada di area pasar, jarak dari sekolah kami ke rumah
bisa di katakan cukup jauh. Dalam kondisi seperti ini biasanya para orangtua
mengantarkan anak-anak mereka (teman teman ku) sampai ke depan gerbang sekolah
kemudian berpamitan, namun hal ini sangat berbeda bagi keluargaku karena
sebelum jarum jam menunjukkan pukul 05.00 dini hari mamak sudah harus pergi
menuju tempat jualan Bersama dengan segala sejenis perlengkapannya sedangkan bapak
juga harus meninggalkan rumah karena ladang sawit yang akan dituju sangat jauh
dan lagi, jalannya masih jauh dari kata layak untuk dilewati karena jalannya
terbuat dari tanah berpasir yang jika hujan turun maka jalan tersebut akan
sangat becek dan lebih parahnya lagi terkadang juga jalan tersebut tidak bisa
dilewati karena banjir. Dalam situasi seperti ini terkadang saya yang saat itu
masih berusia 6 tahun sering mengeluh karena harus dibangunkan untuk mempersiapkan
perlengkapan sekolah kami seperti sarapan pagi yang sudah disediakan oleh mamak
sebelumnya, kemudian mandi, namun untuk mandi kami juga perlu menimba air di
sumur. Ada beberapa hal yang menyenangkan terjadi saat itu yaitu saya dan Dian
bermain Tarik-tarikan tali sumur yang kebetulan saat itu terbuat dari bahan
karet yang menurut kami seru untuk dijadikan permainan sesaat hehehehe . tidak
sampai disitu, kami juga harus menunggu alat transportasi kami di pinggir jalan
yang akan mengantar kami menuju sekolah yaitu Becak langganan mamak dengan tiga
roda dan motor yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah becak,untuk ongkos nya
cukup 2000 rupiah saat itu. Bermain memang sudah menjadi ciri khas anak anak ya
manteman tak kenal tempat juga sih,contohnya kami yang sering berebutan untuk
berada di posisi yang asik saat itu ialah berada di bagian belakang becak
hehhe. Dan begitulah kegiatan kami di pagi hari sampai mamak memilih untuk
membantu bapak saja di ladang, sehingga setiap ada jadwal liburan bahkan
weekend pun kami menghabiskan waktu itu
untuk bermalam di ladang di gubuk sederhana yang terbuat dari kayu, dan ini
masih kami lakukan hingga sekarang.
Begitulah sekilas tentang latarbelakang keluarga kecil saya yang sempat
membuat saya dilema, apakah saya harus mengurungkan niat dan membantu kedua
orang tua dengan bekerja atau melanjutkan study di perguruan tinggi. Namun berkat
saran dan bantuan dari keluarga besar serta dengan niat yang kuat akhirnya saya
melanjutkan dengan langkah penuh keraguan apakah saya akan berhenti di tengah
jalan? Apakah saya perlu mencari pekerjaan tambahan yang mungkin saja dapat
mengubah niat saya nantinya? saat mendaftar di Universitas Lancang Kuning.
Mengapa di Lancang Kuning? karna pada saat itu hanya Universitas Lancang Kuning
lah yang masih membuka pendaftaran terlebih lagi di UNILAK ini untuk biaya spp
nya terjangkau oleh orangtua saya meskipun biaya kuliahnya murah bukan berarti
kualitasnya rendah dong ya ,kemudian saya di wajibkan untuk memilih salah satu
fakultas yang tersedia disana. Saya memilih FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan) bhs Inggris dengan harapan bahwa saya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih
layak, contohnya seperti profesi sebagai GURU. Namun keberuntungan sepertinya
berada di pihakku, karena saya mendaptkan bantuan dana dari Universitas Lancang
Kuning berupa Beasiswa Bidikmisi Aspirasi, dalam kesempatan ini juga saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Universitas Lancang Kuning
yang telah memberi kesempatan kepada saya, semoga dengan adanya bantuan ini
saya bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik lagi. Amin
Sekali lagi terima
kasih Universitas Lancang Kuning, bagi teman teman yang merasa lebih penasaran
lagi tentang bagaimana dan seperti apa Universitas saya ini, teman teman bisa
datang berkunjung ya. Sekian dari blog saya kali ini sampai jumpa di postingan
selanjutnya ya…..;)

Komentar
Posting Komentar